Orang-orang yang saleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin
sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya
sejak bulan Rajab dan Sya’ban. Biasanya mereka berdoa : “Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan.”
Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surah At-Taubah Allah
melarang kita melakukan berbagai maksiat dan kedzhaliman sejak bulan
Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan
agar sejak bulan Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat. Boleh
dikiaskan,bulan Rajab dan Sya’ban adalah masa pemanasan (warming
up),sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa bisa menjalani
ibadah shaum dan sebagainya itu bak sudah terbiasa.
Kedua, adalah I’dad Jasadi, yakni persiapan fisik.
Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari
biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan
Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka,
sejak bulan Rajab Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih
fisik dan mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi
dengan al-Qur’an, biasa bangun malam (qiyamul-lail), dan meningkatkan
aktivitas saat berkecimpung dalam gerak dinamika masyarakat.
Jangan salah faham, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan
buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini.
Memersiapkan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena
Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada
bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.
Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan
tashawur (persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca
berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan.
Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai
tuntunan Rasulullah SAW, selama Ramadhan. Menghafal ayat-ayat dan
doa-doa yang berkait dengan perlbagai jenis ibadah, atau menguasai
berbagai masalah dalam fiqh puasa, juga penting untuk dipersiapkan.
Semoga persiapan kita mengantarkan ibadah shaum dan berbagai ibadah
lainnya, sebagai yang terbaik dalam sejarah Ramadhan yang pernah kita
lalui. Aamiin.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kesan & Pesan Akhuna...!